Kamis, 08 Desember 2011

Pahit Manisnya Persahabatan

Awalnya Bulan merasa tertekan ketika Ayahnya memberi ultimatum agar dia masuk di SMA Negeri 1. Namun tekanan yang dirasakannya semakin hari semakin memudar ketika dia mendapatkan 6 orang sahabat seperjuangan pada waktu MOS. Bulan, Lina , Dinda, Tiara, Bagus, Andre, dan Dito.dipertemukan ketika mereka mendapatkan hukuman karena datang terlambat pada waktu MOS. Sejak saat itu mereka semakin dekat dan menjadi 7 orang sahabat yang sangat kompak. Tapi, persahabatan mereka diuji ketika rasa suka mulai muncul di hati mereka masing-masing.
            Ketika hari minggu tiba Lina , Dinda, dan Tiara sengaja berkunjung ke rumah Bulan karena ingin menceritakan tentang isi hati mereka pada Bulan.
Adegan I:
Bulan:“Ada apa nih..??Tumben maen ke rumah nggak kabar-kabar dulu..Kompakan cewek-cewek lagi, beneran nggak ngajak cowok-cowok nih?” (Bulan membuka pintu sambil celingukan)
            Lina, Dinda, dan Tiara menggeleng bersamaan.
Lina:“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kami bicarakan sama kamu…”(Lina tampak ragu dan menoleh kearah Dinda dan Tiara.)
            Bulan memandang ketiga sahabatnya penasaran.
Bulan:“Kayaknya aku punya feeling nggak enak nih. Masuk dulu gih…”
Mereka berempat masuk ke ruang tamu.
Dinda:“Ehm…”(Dinda berdeham memulai pembicaraan.)
Dinda:“Gini Lan,sebenarnya kami tuh punya rasa…Rasa…”(Dinda menggaruk kepala dan menyikut tangan Tiara)
Tiara:“Aku suka sama Bagus, Lina suka sama Andre dan Dinda suka sama Dito. Bagaimana menurutmu?”
Dinda:“Eeee…Kami..Kami benar-benar minta maaf kalau…Kalu kami baru memberitahumu sekarang..”(dengan terbata-bata)
Lina:“Soalnya kami takut kalau kamu marah Lan..”
Bulan termangu mendengar pengakuan teman-temannya.
Bulan:“Kalian ngomong apa sih…”(terlihat bingung.)
Lina, Dinda, dan Tiara saling berpegangan tangan karena takut Bulan marah.
Bulan:“Kalian anggap aku ini siapa??Masalah seperti ini saja harus kalian sembunyikan dari aku. Kenapa aku harus marah,nggak ada alasan aku melakukan itu…”
Dinda:“Jadi..Kamu nggak marah?”
Bulan menggeleng.
Lina:“Beneran…?”
Bulan:“Yaampun,nggak ada siaran ulang ya…”(dengan santai.)
Tiara:“Siiiipppplaahhh….Bulan emang is the best…”(segera memeluk Bulan.)
Bulan:“Aduh…Duhh…Udah dong,,ngomong-ngomong kapan rencananya mau terus terang sama cowok-cowok nih?”
Lina:“Belum tahu…Bingung…”(mengangkat bahu.)
Bulan:“Besok aja,pulang sekolah kalian ajak mereka ke mana gitu…”.
Tiara:“Bagus juga idemu..”
Dinda:“Kalau gitu kami pulang dulu ya,udah sore ni..Siapin mental buat besok..Hehe”
Bulan:“Oke deh,,Good Luck ya…”(sambil mengangkat ibu jarinya.)
Lina:“Kami pulang dulu ya….Daaa”(segera beranjak pulang.)
Adegan II:
            Di antara ke 6 sahabatnya Bulan lah yang bisa dibilang paling rajin, baik dalam hal sekolah atau di luar itu. Setiap hari Bulan selalu datang lebih pagi daripada sahabat-sahabatnya,terlebih hari ini adalah hari Senin.Bulan berjalan memasuki gerbang sekolah dengan santai,sebelum sebuah suara mengagetkannya.
Bagus:“Sendiri aja…”
Bulan:“Bikin kaget aja…Ngapain pagi-pagi udah datang,tumben banget..Mana yang lain??”(celingukan kesana kemari.)
Bagus:“Nggak ada, aku sengaja datang lebih pagi..Karena…..”(tampak berfikir.)
Bulan:“Karena apa…?”(tampak  bingung.)
Bagus:“Kamu…”(Dengan suara lirih)
Bulan:“Apa.?”
Bagus:“Lupakan..”(salah tingkah.)
Andre:“Woi..!!Berangakat bareng ya kalian berdua?”(sambil berteriak)
Bulan:“Nggak kok,kebetulan aja..Tau tuh,kenapa dia berangkat pagi…Kamu juga!!”(Bulan menunjuk ke arah Andre)
Andre:“Hehehe..emm,nggak ada apa-apa kok.Nih…”(Andre memberikan permen yang terdapat tulisan di dalam bungkusnya)
Bulan membolak-balik bungkus permen tersebut.
Bulan:“I LIKE YOU”(mengeja tulisan tersebut dan terbelalak kaget)
            “Buat Lina ya?”(sahut Bulan seketika.)
Andre:“Lina??”
Bulan:“Ah..Eh,,,nggak jadi…”(Bulan menutup mulutnya.)
Bagus:“Ehm,,masuk yuk..”
Dito:“Tunggggguuuu…..!!!!!”(berteriak)
Bulan:“Kamu juga kepagian…?”(menunjuk ke arah Dito)
Dito:“Nggak,,,mereka sudah lebih dulu…”(dengan ketus.)
Bulan:“Kalian bertiga aneh deh…Terserah deh,ke kelas yuk…”
Adegan III:
            Ketika pulang sekolah, Lina. Dinda dan Tiara berhasil mengajak Bagus. Andre dan Dito pergi ke taman kota. Mereka bertiga bermaksud untuk mengatakan perasaannya pada Bagus, Andre dan Dito.
Tiara:“Gus..Sebenarnya sudah lama aku menyukaimu…Aku……….”
Bagus memotong kata-kata Tiara.
Bagus:“Maaf,,aku nggak bisa…”(dengan ekspresi datar)
Tiara terdiam sejenak.
Tiara:“Kamu marah?”
Bagus:“Nggak,aku sudah punya seseorang yang aku sukai…”
Tiara:“Si…Si..Siapa?”(tampak kaget)
Bagus:“Bulan”( kemudian pergi begitu saja.)
Tiara termenung dan berjalan dengan lemas.
Adegan IV:
Andre:“Ada apa Lin?Sepertinya ada yang penting”
Lina:“Janji dulu kalau kamu nggak akan marah setelah mendengarnya..”(sedikit takut.)
Andre:“Janji..”(dengan tegas.)
Lina:“Aku…Aku…Aku…Suka kamu Ndre…”(terbata-bata.)
Andre:“Hah…??Tapi..aku sudah suka sama seseorang…Maaf…”(dengan ekspresi bersalah.)
Lina:“Apa???Si..Siapa??”(tampak kaget.)
Andre:“Bulan…Maafkan aku Lin..Kita pulang saja..”
Lina hanya mengangguk pasrah.
Adegan V:
Dito:“Ada apa sih sih Din??Mau nraktir aku ya??”
Dinda menggeleng.
Dito:“Lalu…?”
Dinda:“Emm..Aku suka kamu”(tertunduk malu)
Dito:“Hah…??Nggak salah orang kamu Din…”(kaget)
Dinda menggeleng lagi.
Dito:“Tapi….Aku….Suka sama Bulan..”
Dinda:Bulan…!!!???”(Dinda terkejut.)
Dito mengangguk.
Dito:“Maafkan aku..”
Dinda berjalan mundur dan lari begitu saja.
Dito:“Tunggu Din…”(Dito mengejar Dinda.)
Adegan VI:
            Setelah kejadian penolakan serentak yang dilakukan oleh Bagus, Andre, dan Dito, Lina , Dinda, dan Tiara merasa kesal terhadap Bulan. Mereka merasa Bulan telah menusuknya dari belakang. Karena itu mereka sepakat untuk menjauh dari Bulan.
Sedangkan Bulan yang tidak tahu apa-apa merasa sangat bingung dengan sikap sahabat-sahabatnya itu.
Bulan:“Guys,,gimana kemarin??”(sambil merangkul pundak Dinda dan Tiara.)
Tiara:“Apaan sih…”(Dinda dan Tiara melepaskan rangkulan Bulan.)
Lina:“Nggan usah sok nggak tahu deh…”(dengan suara ketus)
Bulan:“Apa maksud kalian…??”(bingung)
Dinda:“Tanya sama cowok-cowok..”
Tiara:“Mulai sekarang nggak usah deket-deket sama kami lagi…”.
Mereka bertiga pergi meninggalkan Bulan sendiri yang termenung memikirkan perkataan sahabatnya.
Bagus:“Kenapa diem aja..?”(Bagus yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.)
Bulan:“Apa salahku Gus…?”(menatap ke bawah dengan sedih)
Bagus:“Soal apa?”
Bulan:“Kenapa mereka marah sama aku?”(menoleh kea rah Bagus)
Bagus:“Siapa?”
Bulan:“Lina,Dinda,Tiara..”
Bagus terbelalak kaget,teringat kejadian kemarin..
Bagus:“Lan,aku benar-benar minta maaf,kalau aku telah merusak persahabatan kita.”
Bulan:“Apa maksudmu??”
Bagus:“Aku suka sama kamu…”(kata Bagus tegas)
Andre:“Nggak boleh…!!!”(datang dari belakang dan berteriak)
            “Karena aku juga suka sama kamu…”
Dito:“Aku juga…Suka sama kamu Lan…”(menyusul dari belakang)
Lina, Dinda, dan Tiara datang dan menyaksikan kejadian tersebut.Mereka bertiga terlihat kaget.
Bulan:“Apa yang kalian katakana?Jadi inikah masalahnya?”(Bulan menggelengkan kepala tidak percaya.)
Bulan:“Apakah kalian tahu,seseorang tidak akan bisa duduk di dua kursi sekaligus,kecuali kursi itu berdampingan.Aku harus memilih salah satu,dan saat ini pilihanku jatuh pada impian yang harus aku kejar.Aku sayang kalian semua dan aku tidak ingin persahabatan kita retak karena hal ini”
Bulan menatap sahabat-sahabatnya.
Bagus:”Lalu?”
Bulan:”Kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi kelak,aku ingin saat ini kita berjuang untuk menggapai mimpi kita bersama-sama”
Sejenak mereka terdiam.Lalu Lina,Dinda,dan Tiara berlari dan memeluk Bulan.
Lina,Dinda:“Maafkan kami…”
Tiara:“Kami juga sayang sama kamu Lan..”
Bagus:“Kurasa kita menyukai orang yang tepat..”(Bagus dan menyikut lengan Andre dan Dito.)
Andre:“Kasih aplaus buat Bulan yang selalu menerangi jalan kita…”(sembari bertepuk tangan.)
Dito:“Kuarasa juga begitu…”(Dito merangkul pundak Bagus dan Andre.)
            Akhirnya persahabaan mereka tetap utuh berkat Bulan.Dan mereka bertujuh sepakat untuk meraih mimpi bersama-sama.
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah bahwa ” “Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.Sahabat juga bisa menjadi motivator bagi kita untuk meraih masa depan agar kita tidak terjerumus dalam keterpurukan.”

>Bersama-sama menyanyikan lagu Kepompong.


-END-

Rabu, 07 Desember 2011

Welcome

Alam adalah sesuatu yang tidak akan bisa terlepas dari kehidupan kita di bumi. Maha Besar Allah yang telah menciptakan alam yang seluas dan seindah ini hanya untuk kehidupan manusia secara umumnya. Fenomena alam yang sangat menakjubkan sering membuatku terlihat seperti orang yang sedikit aneh. Bagaimana tidak, memanjat tepi sumur hanya untuk memotret keindahan langit yang benar-benar membuatku tidak ingin melewatkan momen berharga itu.
Rasa syukur, terus terucap dari lubuk hati karena Allah telah mengijinkan ku untuk menikmati keindahan yang luar biasa dari ciptaan-Nya. Meskipun aku bukan seorang yang terlalu memahami astronomi, namun membaca tentang susunan planet,galaksi,gugusan galaksi hingga jagad raya membuatku sangat takjub dan tidak ingin berhenti mengamatinya. Susunan tersebut mengandung banyak rahasia dan misteri yang belum bisa terpecahkan secara keseluruhan oleh manusia, karena hanya Penciptanya lah yang mengetahui rahasia di balik itu semua.
Apakah lubang hitam itu benar2 ada?Apakah benar bahwa sesuatu yang terhisap di dalamnya akan terseret ke dimensi lain?Apakah jagad raya ini memang semakin membesar?Bagaimana bisa galaksi bisa memancarkan cahaya yang begitu indah,padahal kita tahu bahwa matahari adalah satu2nya benda langit yang bisa memancarkan cahaya sendiri,lalu bagaimana galaksi lain juga memiliki cahaya yang tidak kalah indahnya dengan galaksi Bimasakti?Banyak sekali pertanyaan yang berputar-putar di benak ku dan mungkin saja di benak semua orang, namun belum bisa terjawab.
Subhanallah...